
Seperti biasanya tiap pagi aku selalu melalui pasar Benhil untuk terus ke kantor. Seperti suasana pasar pada umumnya, suara ketokan golok mencacah lebih keras dibanding suara teriakan pedagang mengiklankan barang dagangannya. Tak kalah para supir ojek dengan helm bodongnya mencari kesana kemari calon yang akan diantar pulang.Ada sesuatu yang berbeda hari ini, suara keras yang menggema di pasar ternyata kalah dibanding dengan suara nyanyian kelompok pengamen. Sebagian pedagang sempat terpana dari aksi pengamen yang beranggota tiga orang ini. Dengan alunan nyanyian dangdut yang khas (kalau ngak salah lagunya Ridho Irama gitu...)suasana di pasar agak berubah...apa yang menyebabkan suasana berubah, ternyata lagu dangdutnya di nyanyikan dengan logat medok jawa. Mungkin dari purwokerto, banyumas atau daerah sejenis kali. Tapi jangan salah, karena keistimewaan itu suasana jadi hidup, malahan para pedagang minta di tambah koleksi lagunya..si rambut pirang dengan kuciran pun tersenyum senang, dengan kedipan mata ke arah personil lainnya ia mulai menyanyikan lagu berikutnya di album Rhoma Irama lainnya. Ada suatu point penting akan kehadiran pengamen ini...secara tidak langsung pengamen tersebut telah memberikan suatu siklus hidup baru dan warna hidup di pasar tersebut. Walaupun kadang hanya dapat uang 500-an namun semangat hidup mereka patut di ancungi jempol. Ya itulah namanya hidup....kadang memang harus dilakoni seperti itu, karena yang kalah dalam pertarungan akan menderita hidupnya....oh ya aku lanjuti perjalanan ku ke kantor dulu ya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar