Selasa, 16 Februari 2010

Sahabat Sejati


Ini adalah suatu kisah yang cukup menarik yang aku peroleh dari browsing.
"Seorang pemuda dengan bangga dan penuh cinta berjalan di atas karpet merah bertabur bunga. Ia merasa dirinya orang yang paling bahagia di dunia. Seorang bidadari cantik yang baik hati telah bersedia menjadi istrinya di pelaminan. Pada hari pernikahannya ini, ia berjanji untuk mencintai istrinya hingga akhir hayatnya. Hidup mereka semakin sempurna dengan lahirnya seorang putri cantik yang sehat dan pintar.

Memasuki pernikahan ini, ia membawa dengan dirinya, suatu kebiasaan buruk yang sudah ada sejak dirinya menginjak bangku kuliah: merokok. Kebiasaan merokok ini ia lakukan di mana saja, dan hampir kapan saja. Saat sehabis makan, saat penat dan stress, saat lapar dan mengantuk, di meja makan, di ruang tamu, di kamar tidur, di kantor, bahkan saat berekreasi akhir pekan dengan istri dan anaknya. Sang istri dengan sabar menasehati agar ia meninggalkan kebiasaan buruknya tersebut karena kebiasaan ini jelas merugikan kesehatan dirinya, dan asap rokok yang dihembusnya lebih berbahaya lagi yang harus terhirup sang istri dan anaknya.

Pertama-tama dinasehati dan ditegur, ia hanya menganggapnya angin lalu. Namun lama-kelamaan, ia mulai merasa bosan dan tersinggung dengan teguran tersebut. “Bertahun-tahun kamu menasehati saya dengan nasehat yang sama! Kamu kira saya bodoh?? Saya sudah tahu apa yang kamu bicarakan. Tapi rokok itu sahabat sejati saya yang selalu menemani kalau saya sedang stress dan buntu!! Lebih baik kamu menerima saya apa adanya!!! Sudah tutup mulutmu sana!”bentak sang suami yang sudah bosan dengan teguran istrinya dan melupakan janji yang ia ikrarkan pada hari pernikahan.

Sejak saat itu, sang istri memutuskan untuk tidak menegur suaminya lagi tentang kebiasaan merokok tersebut, dan ia pasrah apabila harus menghirup asap rokok yang dihembuskan suaminya. Tahun demi tahun berlalu, suatu hari sang istri menemukan benjolan di payudaranya yang kemudian setelah di cek ke dokter, ada tumor pada bagian tersebut. Tak lama berselang, dokter juga menemukan bahwa sang suami terserang kanker paru-paru stadium 3.

Di saat itulah ia baru tersadar, bahwa rokok yang selama ini menjadi sahabat sejatinya telah menikamnya dalam-dalam dari belakang. Bahwa sahabatnya yang paling sejati, istrinya, justru juga telah tertikam oleh kebiasaannya merokok. Bahwa buah hati mereka yang lugu dan penuh harapan kehidupan yang indah harus terancam menjadi yatim-piatu oleh penyakit ganas yang diidap oleh kedua orangtuanya. "

Apakah ini yang dinamakan sahabat sejati ?

Pengamen Medok


Seperti biasanya tiap pagi aku selalu melalui pasar Benhil untuk terus ke kantor. Seperti suasana pasar pada umumnya, suara ketokan golok mencacah lebih keras dibanding suara teriakan pedagang mengiklankan barang dagangannya. Tak kalah para supir ojek dengan helm bodongnya mencari kesana kemari calon yang akan diantar pulang.Ada sesuatu yang berbeda hari ini, suara keras yang menggema di pasar ternyata kalah dibanding dengan suara nyanyian kelompok pengamen. Sebagian pedagang sempat terpana dari aksi pengamen yang beranggota tiga orang ini. Dengan alunan nyanyian dangdut yang khas (kalau ngak salah lagunya Ridho Irama gitu...)suasana di pasar agak berubah...apa yang menyebabkan suasana berubah, ternyata lagu dangdutnya di nyanyikan dengan logat medok jawa. Mungkin dari purwokerto, banyumas atau daerah sejenis kali. Tapi jangan salah, karena keistimewaan itu suasana jadi hidup, malahan para pedagang minta di tambah koleksi lagunya..si rambut pirang dengan kuciran pun tersenyum senang, dengan kedipan mata ke arah personil lainnya ia mulai menyanyikan lagu berikutnya di album Rhoma Irama lainnya. Ada suatu point penting akan kehadiran pengamen ini...secara tidak langsung pengamen tersebut telah memberikan suatu siklus hidup baru dan warna hidup di pasar tersebut. Walaupun kadang hanya dapat uang 500-an namun semangat hidup mereka patut di ancungi jempol. Ya itulah namanya hidup....kadang memang harus dilakoni seperti itu, karena yang kalah dalam pertarungan akan menderita hidupnya....oh ya aku lanjuti perjalanan ku ke kantor dulu ya...